Minggu, 20 Oktober 2013
DEFINISI PASAR
Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.
Jenis-Jenis Pasar
Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya. Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak). Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
• Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
• Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
Jenis pasar menurut cara transaksinya. Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
• Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
• Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya. Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi. Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
a. Pasar Lokal
b. Pasar Daerah
c. Pasar Nasional dan
d. Pasar Internasional
Pengertian dan Macam-macam Pasar Menurut Bentuk dan Strukturnya
Pasar menurut struktur dibedakan menjadi empat macam yaitu pasar persaingan sempurna, monopoli, persaingan monopolistik, dan oligopoli.
a. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.
Pasar persaingan sempurna memiliki ciri-ciri berikut ini.
1) Banyak penjual dan pembeli.
2) Barang yang diperjualbelikan sejenis (homogen).
3) Penjual maupun pembeli memiliki informasi yang lengkap tentang pasar.
4) Harga ditentukan oleh pasar.
5) Semua faktor produksi bebas masuk dan keluar pasar.
6) Tidak ada campur tangan pemerintah. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain pasar hasil-hasil pertanian.
Contoh:
Barang yang dihasilkan berbagai perusahaan tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan sangat sama atau serupa. Tidak terdapat perbedaan yang nyata diantara barang yang dihasilkan suatu perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Karena barang-barang tersebut adalah sangat serupa para pembeli tidak dapat membedakan yang mana dihasilkan produsen A atau B atau produsen yang lainnya. Barang yang dihasilkan seorang produsen merupakan pengganti sempurna kepda barang yang dihasilkan oleh produsen-produsen lain. Sebagai akibat dari efek ini, tidak ada gunanya kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition atau persaingan dengan misalnya melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikkan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar.
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah pasar yang terjadi apabila seluruh penawaran terhadap sejenis barang pada pasar dikuasai oleh seorang penjual atau sejumlah penjual tertentu.
Pada pasar monopoli terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Hanya ada satu penjual sebagai pengambil keputusan harga (melakukan monopoli pasar).
b) Penjual lain tidak ada yang mampu menyaingi dagangannya.
c) Pedagang lain tidak dapat masuk karena ada hambatan dengan undang-undang atau karena teknik yang canggih.
d) Jenis barang yang diperjualbelikan hanya semacam.
e) Tidak adanya campur tangan pemerintah dalam penentuan harga, contoh: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).
2) Pasar Persaingan Monopolistis
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.
Pada pasar persaingan monopolistik terdapat ciri-ciri berikut ini.
a) Terdiri atas banyak penjual dan banyak pembeli.
b) Barang yang dihasilkan sejenis, hanya coraknya berbeda. Contoh: sabun, pasta gigi, dan minyak goreng.
c) Terdapat banyak penjual yang besarnya sama, sehingga tidak ada satu penjual yang akan menguasai pasar.
d) Penjual mudah menawarkan barangnya di pasar.
e) Penjual mempunyai sedikit kekuasaan dalam menentukan dan memengaruhi harga pasar.
f) Adanya peluang untuk bersaing dalam keanekaragaman jenis barang yang dijual.
3) Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh:
perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen. Pasar oligopoli mempunyai ciri-ciri berikut ini.
a) Hanya terdapat sedikit penjual, sehingga keputusan dari salah satu penjual akan memengaruhi penjual lainnya.
b) Produk-produknya berstandar.
c) Kemungkinan ada penjual lain untuk masuk pasar masih terbuka.
d) Peran iklan sangat besar dalam penjualan produk perusahaan.
Kamis, 06 Juni 2013
Manajemen strategis
Manajemen
strategis adalah seni dan ilmu penyusunan,
penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat
memungkinkan suatu perusahaan mencapai
sasarannya.[1] Sesuai definisinya, manajemen strategis
berfokus pada proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran,
serta mengalokasikan sumber
daya untuk
menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen
strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional
suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi. Ada tiga tahapan dalam manajemen
strategis, yaitu perumusan strategi, pelaksanaan strategi, dan evaluasi
strategi.[1]
Manajemen
strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan
direksi dan dilaksanakan oleh CEO
serta tim eksekutif organisasi tersebut. Manajemen strategis memberikan arahan
menyeluruh untuk perusahaan dan terkait erat dengan bidang perilaku organisasi.
Manajemen
strategis berbicara tentang gambaran besar. Inti dari manajemen strategis
adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber
daya yang ada tersebut dapat digunakan secara paling efektif untuk memenuhi
tujuan strategis. Manajemen strategis di saat ini harus memberikan fondasi
dasar atau pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah
proses yang berkesinambungan dan terus-menerus. Rencana strategis organisasi
merupakan dokumen hidup yang selalu dikunjungi dan kembali dikunjungi. Bahkan
mungkin sampai perlu dianggap sebagaimana suatu cairan karena sifatnya yang
terus harus dimodifikasi. Seiring dengan adanya informasi baru telah tersedia,
dia harus digunakan untuk membuat penyesuaian dan revisi.
Definisi
Beberapa pakar
dalam ilmu manajemen mendefinisikan manajemen strategis dengan cara yang
berbeda-beda. Ketchen (2009) mendefinisikan manajemen strategis sebagai analisis, keputusan, dan
aksi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif.[2] Definisi ini
menggambarkan dua elemen utama manajemen strategis. Pertama, manajemen
strategis dalam sebuah perusahaan berkaitan dengan proses yang berjalan (ongoing
processes): analisis, keputusan, dan tindakan. Manajemen strategis
berkaitan dengan bagaimana manajemen menganalisis sasaran strategis (visi, misi, tujuan) serta kondisi internal dan eksternal yang
dihadapi perusahaan. Selanjutnya, perusahaan harus menciptakan keputusan strategis.
Keputusan ini harus mampu menjawab dua pertanyaan utama: (1) industri apa yang
digeluti perusahaan dan (2) bagaimana perusahaan harus bersaing di industri
tersebut. Terakhir, tindakan diambil untuk menjalankan keputusan tersebut.
Tindakan yang perlu dilakukan akan mendorong manajer untuk mengalokasikan
sumber daya dan merancang organisasi untuk mengubah rencana menjadi kenyataan.
Elemen kedua,
manajemen strategis adalah studi tentang mengapa sebuah perusahaan mampu
mengalahkan perusahaan lainnya. Manajer perlu menentukan bagaimana perusahaan
bisa menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak hanya unik dan berharga,
tetapi juga sulit ditiru atau dicari subtitusinya sehingga mampu bertahan lama.
Keunggulan kompetitif yang mampu bertahan lama biasanya didapatkan dengan
melakukan aktivitas berbeda dengan apa yang dilakukan pesaing, atau melakukan
aktivitas yang sama dengan cara yang berbeda.
Posisi strategis
Porter (1996)
mendefinisikan strategi sebagai
"penciptaan posis unik dan berharga yang didapatkan dengan melakukan
serangkaian aktivitas."[3]. Porter
menjabarkan tiga basis posisi strategis. Ketiganya tidak mutually exclusive
dan seringkali saling bersinggungan. Basis pertama didapatkan dengan
memproduksi bagian kecil (subset) sebuah produk dari industri tertentu.
Porter menyebutnya sebagai variety-based positioning karena posisi ini
berasal dari pemilihan produk, bukan berdasarkan segmentasi konsumen. Dengan kata lain, perusahaan
berusaha memenuhi sedikit kebutuhan dari banyak orang. Porter menyontohkan Jiff
Lube International yang hanya memproduksi pelicin (lubricant) otomotif
dan tidak menawarkan produk perawatan lainnya. Variety-based positioning
efektif bila perusahaan memiliki kemampuan menciptakan produk subset
tersebut dengan baik, jauh lebih unggul dibanding pesaingnya.
Basis kedua
adalah melayani sebagian besar atau bahkan seluruh kebutuhan dari seke konsumen
tertentu, yang disebut sebagai needs-based positioning. Contohnya adalah
IKEA yang berusaha memenuhi seluruh kebutuhan mebel, bukan hanya
sebagian (subset), untuk target pasarnya. Posisi ini didapatkan dengan
melakukan serangkaian aktivitas dengan cara berbeda dengan yang dilakukan
pesaing. Apabila tidak ada perbedaan dalam aktivitas, konsumen tidak akan mampu
membedakan perusahaan bersangkutan dengan pesaing. Varian dari model ini adalah
memenuhi kebutuhan target pasar untuk waktu yang berbeda-beda. Seorang
konsumen, misalnya, memilki kebutuhan yang berbeda ketika ia melakukan
perjalanan untuk bisnis dan ketika dia melakukan perjalanan untuk liburan.
Perusahaan bisa mengambil posisi untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda-beda
dari target pasar yang sama.
Basis ketiga
didapatkan dengan menarget konsumen yang dapat diakses dalam cara yang berbeda,
yang disebut sebagai access-based positioning. Konsumen-konsumen ini,
meskipun memiliki kebutuhan dan keinginan yang hampir sama dengan konsumen
lainnya, membutuhkan konfigurasi aktivitas yang berbeda untuk memenuhi
keinginan dan kebutuhan tersebut. Porter mencontohkannya lewat Carmike Cinemas,
yang mengoperasikan bioskop hanya di
kota-kota kecil yang padat, namun dengan populasi kurang dari 200.000 orang.
Meskipun pasarnya kecil dengan kemampuan pembeliannya di bawah kota besar,
Carmike Cinemas berhasil meraih keuntungan karena melakukan aktivitas berbeda
dengan yang ditawarkan bioskop-bioskop di kota besar, misalnya dengan melakukan
standardisasi, membuka hanya sedikit studio, dan
menggunakan teknologi proyektor yang lebih
rendah dibanding dengan bioskop di kota besar.
Pembentukan strategi
Tugas pertama
dalam manajemen strategis pada umumnya adalah kompilasi dan penyebarluasan
pernyataan misi. Aktivitas ini mendokumentasikan kerangka dasar organisasi dan
mendefinisikan lingkup aktivitas yang hendak dijalankan oleh organisasi.
Setelah itu,
organisasi bersangkutan akan melakukan pemindaian lingkungan untuk membangun
keselarasan dengan pernyataan misi yang telah dibuat.
Pembentukan
strategi adalah kombinasi dari tiga proses utama sebagai berikut:
- Melakukan
analisis situasi, evaluasi diri dan analisis pesaing: baik internal maupun
eksternal; baik lingkungan mikro maupun makro.
- Bersamaan
dengan penaksiran tersebut, tujuan dirumuskan. Tujuan ini harus bersifat
paralel dalam rentang jangka pendek dan juga jangka panjang. Maka di sini
juga termasuk di dalamnya penyusunan pernyataan visi (cara pandang jauh ke
depan dari masa depan yang dimungkinkan), pernyataan misi (bagaimana peran
organisasi terhadap lingkungan publik), tujuan perusahaan secara umum
(baik finansial maupun strategis), tujuan unit bisnis strategis (baik
finansial maupun strategis), dan tujuan taktis.
Komponen proses manajemen strategis
Manajemen
strategis secara umum didefinisikan sebagai suatu proses yang berorientasi masa
depan yang memungkinkan organisasi untuk membuat keputusan hari ini untuk
memposisikan diri untuk kesuksesan di masa mendatang. Pandangan yang lebih
tradisional dari manajemen strategis menggunakan pendekatan linear dimana
pertama dilakukan pemantauan terhadap lingkungan organisasi (baik internal dan
eksternal), strategi dirumuskan, strategi yang diimplementasikan dan lantas
kemajuan organisasi terhadap strategi kemudian dievaluasi. Kecepatan pacu saat
ini dari perubahan menyatakan bahwa tahap perumusan dan pelaksanaan harus lebih
diintegrasikan lebih erat untuk memastikan bahwa sejalan terjadinya perubahan
dan timbulnya masalah di implementasi, strategi tersebut kembali dikunjungi
secara terus menerus.
Pemantauan
lingkungan harus mencakup baik internal dan komponen eksternal. Sementara
sebagian besar organisasi merasa nyaman dengan pemindaian lingkungan internal,
mereka masih memiliki lebih banyak kesulitan dengan bagian eksternal.
Organisasi yang hanya melihat ke dalam masih kehilangan setengah dari persamaan
utuh untuk membuat keputusan yang lebih efektif bagi perusahaan. Beberapa
elemen yang biasa digunakan untuk memeriksa kondisi eksternal meliputik
industri sebagai suatu keseluruhan (termasuk tren yang berdampak pada
industri), dan tren sosial dalam empat bidang utama: ekonomi, teknologi, tren
politik-hukum, serta sosial-budaya.
Ada tiga
tingkatan strategi dibuat dalam organisasi yang lebih besar, yakni meliputi
strategi perusahaan, bisnis, dan fungsional (atau operasional). Sementara
strategi perusahaan akan menentukan bisnis apakah yang perusahaan akan
benar-benar beroperasi di sana, strategi bisnis akan menentukan bagaimana
perusahaan akan bersaing di masing-masing bisnis yang telah dipilih. Dan strategi
tingkat operasional akan menentukan bagaimana masing-masing bidang fungsional
(seperti sumber daya manusia atau akuntansi) benar-benar akan mendukung
strategi-strategi bisnis dan korporasi. Semua strategi ini harus berkaitan erat
untuk memastikan bahwa organisasi bergerak ke arah yang menyatu.
Data dari
pemantauan lingkungan ini kemudian digunakan untuk membuat rencana strategis
bagi organisasi - yang kemudian dilaksanakan. Sebuah pepatah lama menyatakan
bahwa "gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan untuk gagal”.
Jika sebuah organisasi tidak merencanakan arahnya, dia juga terbilang tidak
mengambil kendali atas masa depannya. Tahap implementasi melibatkan hampir
semua anggota organisasi. Akibatnya, perusahaan akan perlu melibatkan lebih banyak
karyawan dalam tahap perencanaan. Sementara perhatian historis lebih diberikan
untuk tahap perencanaan, organisasi saat ini yang cerdik juga menyadari sifat
kritis dari aspek pelaksanaan. Rencana terbaik tak ada artinya jika
implementasinya cacat.
Komponen
terakhir dari manajemen strategis adalah evaluasi dan pemantauan kemajuan
perusahaan ke arah sasaran strategisnya. Organisasi-organisasi yang meyakini
bahwa proses terbilang selesai setelah rencana diimplementasikan hanya akan
menemukan diri mereka menemui kegagalan. Penting sekali bagi organisasi untuk
terus memantau kemajuannya.
inflasi
1. Inflasi adalah
suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu)
berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor,
antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di
pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat
adanya ketidak lancaran distribusi barang.
2.
Deflasi adalah suatu periode dimana
harga-harga secara umum jatuh dan nilai uang bertambah.
3.
Pasar oligopoli adalah
pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan.
Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
4.
Pasar monopoli adalah suatu
bentuk pasar di mana hanya terdapat satu
penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang
penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
5.
Pengangguran atau tuna
karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
6.
Utang adalah
sesuatu yang dipinjam. Seseorang atau badan usaha yang
meminjam disebut debitur. Entitas yang memberikan utang
disebut kreditur.
7.
Kredit bermasalah adalah bagian dari piutang yang tidak dapat lagi ditagih, biasanya berupapiutang dagang atau pinjaman. Kredit bermasalah dalam akuntansi dianggap sebagai
biaya.
8.
Krisis adalah istilah lama dalam
teori siklus
bisnis, merujuk pada
perubahan tajam menuju resesi.
9.
Krisis finansial digunakan
untuk berbagai situasi dengan berbagai institusi atau aset keuangan kehilangan
sebagian besar nilai mereka.
10. Kemiskinan adalah
keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti
makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan
dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya
akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
11. Resesi adalah kondisi ketika produk domestik
bruto (GDP)
menurun atau ketika pertumbuhan
ekonomi riil bernilai
negatif selama dua kuartal atau
lebih dalam satu tahun.
12. Bank adalah sebuah
lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk
menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang
dikenal sebagai banknote.
13. Korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus|politisi
maupunpegawai negeri, yang secara tidak wajar dan
tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan
menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka
14. Fluktuasi adalah
ketidaktetapan atau guncangan, sebagai contoh terhadap harga barang dan
sebagainya, atas segala hal yang bisa dilihat di dalam sebuah grafik.
15. Aset atau aktiva adalah
sumber ekonomi yang diharapkan memberikan
manfaat usaha di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neracadengan saldo normal debit.
16. Devisa adalah
semua barang yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran internasional.
17. Cukai adalah
pungutan oleh negara secara tidak langsung kepada
konsumen yang menikmati/menggunakan obyek cukai. Obyek cukai pada saat ini
adalah cukai hasil tembakau(rokok, cerutu dsb), Etil Alkohol, dan Minuman mengandung etil alkohol / Minuman keras.
19. Saham adalah
satuan nilai atau pembukuan dalam berbagai instrumen finansial yang mengacu
pada bagian kepemilikan sebuah perusahaan.
20. Uang adalah sesuatu yang
tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian
barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk
pembayaran hutang.
Manajemen Produksi
•Fungsi produksi
•Terminologi penting dalam teori produksi
1.Fungsi
produksi
2.Biaya
produksi minimum
3.Jangka
waktu analisis
4.
Perusahaan dan industri
•
Pengertian Produksi
•Proses mengubah input menjadi
output.
•Produksi meliputi semua kegiatan untuk
menciptakan/menambah nilai/guna suatu barang/jasa.
•Fungsi
produksi
•Fungsi
produksi menunjukan hubungan antara faktor-faktor produksi (input) dan tingkat
produksi yang diciptakan (output)
•Q
= f (K, L, R, T)
Q
= output
K
= modal
L
= tenaga kerja
R
= kekayaan alam
T
= Teknologi
•Jangka Waktu Produksi
Jangka waktu dibedakan menjadi 2:
•Jangka
Pendek (short run).
yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun input tetap tidak dapat diubah.
•Jangka
Panjang (long run) merupakan satu waktu dimana seluruh input
variabel
maupun tetap
yang digunakan perusahaan dapat diubah.
•
•Teori
produksi dg satu faktor produksi variabel (analisis jangka pendek)
•Pada
umumnya faktor produksi yang dianggap variabel adalah tenaga kerja
•Modal,
tanah dan teknologi dianggap tetap atau konstan
•Hukum
hasil lebih yang semakin berkurang (law of diminishing return)
•Jika
faktor produksi yang dapat dirubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah satu unit,
pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahanya, tetapi sesudah
mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan
akhirnya mencapai nilai negatif dan ini menyebabkan tambahan produksi total
semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum untuk kemudian
menurun.
•Beberapa
pengertian penting dalam Teori Produksi
1.
Produk total (Total product)
yaitu keseluruhan output yang dihasilkan dari hasil penggunaan sejumlah faktor
produksi tertentu.
2. Produk
rata-rata (Average product)
yaitu produksi yang dihasilkan oleh satu orang tenaga kerja /input variabel (AP
= TP / L)
3.
Produk marjinal (marginal product)
yaitu tambahan produk yang diakibatkan oleh bertambahnya seorang tenaga kerja,
dan sebaliknya (DTP
/ DL)
•Tabel:
Pengaruh perubahan tenaga kerja atas produksi beras
•Kurva
Produksi Total, Produksi Rata-rata dan Produksi Marginal
•
•
•Tahap I menunjukkan tenaga kerja yang
masih sedikit, apabila ditambah akan meningkatkan total produksi, produksi rata-rata dan produksi
marginal.
•Tahap II Produksi total terus meningkat sampai produksi optimum sedang produksi rata-rata menurun dan produksi marginal menurun sampai titik nol.
•Tahap III
Penambahan tenaga kerja menurunkan total
produksi, dan produksi rata-rata, sedangkan
produksi marginal negatif.
•Kurva Isoquant
•
kurva
Isoquant
a. kurva produksi sama (isoquant)
Isoquant
menunjukkan kombinasi 2 macam input yang berbeda yang
menghasilkan output yang sama.
•Ciri-ciri
isoquant
•Mempunyai
kemiringan negatif
•Semakin
ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output
•Isoquant
tidak pernah berpotongan dengan isoquant yang lainnya
•Isoquant
cembung ke titik origin.
•Kurva
Isocost
•
b. Garis
ongkos sama (isocost)/ kurva biaya sama.
Menunjukkan semua kombinasi 2 macam input yang dibeli perusahaan dengan pengeluaran
total dan harga faktor produksi tertentu.
•Gambar
Meminimumkan Biaya atau Memaksimumkan Keuntungan
•
c. Meminimumkan
biaya produksi
Untuk meminimumkan biaya produksi maka
kemiringan garis isocost harus sama dengan isoquan atau ΔK PL
ΔL PK
•Jawablah
pertanyaan berikut!!
•1. apa
yang dimaksud
dengan
fungsi
produksi?
•2. apa
yang dimaksud
dengan
kurva
isoquant?
•3. apa
yang dimaksud
dengan
kurva
isocot?
•4. bagimanakah
caranya
memaksimalkan keuntungan dan meminimumkan biaya?
Langganan:
Komentar (Atom)